Japan Trip with Toddler - TOKYO


Halo semuanya! Udah 2019 aja ya ternyata. Saya baru sadar ternyata di 2018 saya cuman menulis 2 blog post. Oh well, I guess it's better than nothing. Postingan kali ini saya mau menceritakan liburan keluarga kita 2 bulan yang lalu di November 2018 ke Jepang bersama sang toddler. 

Jadi setelah berdiskusi di pertengahan tahun dengan keluarga akhirnya kita memutuskan untuk pergi liburan rame-rame (nyokap, bokap, adek, suami, saya dan anak) ke Jepang. Dengan pertimbangan yang lumayan mantap kita memilih untuk pergi di awal bulan November karena cuaca temperature-nya belum terlalu dingin. Selain itu, terakhir saya dan suami pergi berlibur ke Jepang 3 tahun yang lalu itu ketika musim semi (Sakura) jadi kali ini pengen juga pergi ketika musim gugur untuk lihat foliage

Kalau urusan itinerary kurang lebih sama dari itinerary 3 tahun yang lalu karena intinya nyokap bokap pengen diajak jalan-jalan ke tempat-tempat yang pernah saya dan suami kunjungin. Durasinya pun sama persis dengan total 11 hari termasuk waktu perjalanan terbang dari Jakarta dan kembali.

Bedanya trip kali ini kita terbang dari Jakarta ke Tokyo, tapi pulangnya dari Osaka ke Jakarta. Kalau sebelumnya kita berangkat dan pulang dari Tokyo. Kita menginap selama 6 malam di Tokyo dan 4 malam di Osaka. Dari Tokyo pergi ke Osaka-nya kita pakai kereta cepat Shinkansen dengan JR Pass yang bisa dibeli di Jakarta.

PERSIAPAN

Karena sekarang kita bawa anak, jadi persiapannya agak banyak dan udah mulai disiapin dari 1-2 bulan sebelum berangkat. Salah satunya baju-baju hangat. Meskipun bulan November belum termasuk yang dingin banget tapi tetap sudah harus pakai baju hangat. Sedangkan si bocah baju-baju sehari-hari kan cuman ada kaos dan celana pendek. Disini saya banyak terbantu beli di UNIQLO yang kebetulan memang sudah mulai menjual baju-baju hangat untuk anak-anak. Selain baju dalam heat-tech (atasan dan bawahan) saya juga belikan celana-celana training dan kaos-kaos tebal high neck disini. Bagus-bagus dan relative tidak terlalu mahal. Untuk sweater-sweater saya beli di H&M kids karena motifnya lucu-lucu kalau dibandingkan UNIQLO yang desain-desainnya lebih netral. Untuk jaket outerwear anak, kebetulan di awal tahun nyokap pergi liburan ke Belanda dan dibelikan jaket agak tebal karena memang sudah ada rencana mau liburan musim dingin tahun ini.

Sisanya lebih ke perlengkapan tempur si bocah. Salah satunya stroller cabin yang kita tidak punya! Hahaha... ini sangat last minute karena kelupaan. Sempat terpikir untuk beli aja toh bakalan kepake lagi, tapi karena dadakan banget (gue paling ga suka beli barang yang agak mahal secara impulsive) dan ngobrol sana sini akhirnya kita memutuskan untuk menyewa saja. Toh kita ga tau si stroller cabin ini bakalan cocok atau ngga, jadi sekalian "test drive".

Selain yang di atas, seperti biasa persiapan umum untuk pergi ke Jepang adalah: Passpor, Visa/Visa waiver, tiket pesawat, tiket-tiket lainnya (museum, theme park, etc) reservasi hotel, JR Pass, dan mata uang Yen secukupnya.

Here goes the trip...

DAY 1 - [TOKYO] - HANEDA

Secara singkat DAY 1 itu kita berangkat dari Jakarta (CGK) ke Tokyo (HND). Karena kita transit di Singapore dulu, kita sampai di HND sudah malam. Jadi daripada malam-malam geret-geret koper ke arah kota dari airport, kita bermalam di hotel dekat airport semalem dulu dan besok pagi baru berangkat ke kota. Dari airport ke hotelnya kita menggunakan free shuttle yang disediakan oleh hotel. 

DAY 2 - [TOKYO] - SHINJUKU


DAY 2 ini setelah sarapan di hotel, kita check-out dan naik free shuttle lagi untuk kembali ke airport HANEDA karena selain mau menukarkan voucher JR Pass di loket JR Office, stasiun kereta apinya juga langsung ada di bawah airport. 

Setelah urusan JR Pass selesai, kita naik kereta menuju kota dan next hotel kita untuk 5 malam kedepan. Ternyata kita sampai terlalu awal dan jam check-in baru jam 3 sore, kita hanya menitipkan koper-koper di concierge lalu jalan lagi untuk makan siang. 


Karena gue egois dan kangen berat sama Amerika, gue ngajak makan siang di Shake Shack yang sekarang ada di cabang di Shinjuku, Tokyo. Jaman dulu banget waktu gue tinggal di Amerika Shake Shack joint ini cuman ada di NYC. So it's such a treat buat bisa menikmati makanan ini lagi disini bareng keluarga, meskipun agak ironis untuk makan makanan Amerika di Jepang. LOL.


Lokasi restonya enak banget, di lantai atas tapi bentuknya outdoor dan ada park cukup luas di depannya untuk anak-anak main lari-larian kejar burung LOL..


Setelah makan siang saya janjian dengan teman kuliah saya jaman dulu untuk ketemuan. Terakhir kita ketemu itu ketika dia dan keluarga (suami + anak) datang ke Jakarta untuk hadir di acara pernikahan saya dan suami beberapa tahun yang lalu. Setelah itu kita cuman kontak-kontakan via text aja hehe. Sebetulnya saya pengen banget nyobain cafe hitz yang namanya Blue Bottle Coffee, tapi sesampainya kita kesana penuhnya minta ampun, sangat tidak cocok untuk bawa anak ya. Akhirnya suami teman saya mencarikan tempat yang tidak terlalu ramai untuk kita duduk dan ngopi nyemil sambil ngobrol. 


Tetep aja ya guys, ini resto yang saya lupa namanya enak tempatnya dan makanannya oke cuman lokasinya itu di lantai 3 pake tangga *cry*. Jadi kita harus gotong-gotong stroller + anak ke atas, and also not to forget nyokap bokap yang udah gak muda lagi harus naik 3 lantai yang cukup curam. Kalau sudah pernah ke Tokyo, gedung-gedung-nya banyak yang tidak ada lift/escalator. Jadi ya lumayan banget olah raga sore-nya. 


Malam itu ditutup dengan shopping spree dan makan malam di Takashimaya. Kemudian kita kembali ke hotel dengan kereta untuk istirahat. 




Jalanan dari stasiun kereta ke arah hotel dihiasi dengan lampu-lampu cantik banget.

DAY 3 - [KAWASAKI CITY] - FUJIKO F FUJIO MUSEUM 

Ini sebenernya tempat yang saya nanti-nantikan juga untuk kesini lagi. Kalau belum pernah ke museum Fujiko F Fujio ini perlu diketahui bahwa tiket masuk ke museum tidak dijual on the spot. Tiket hanya dijual di mesin-mesin otomatis di dalam convenience store seperti Lawson dan dapat dibeli untuk entry time 1 bulan sebelum hari H. Karena tiket cepat habisnya, saya nitip ke teman kuliah saya itu dibelikan tiketnya sebulan sebelum kita berangkat ke Tokyo. Setiap harinya cuman ada 4 waktu entry slot yaitu jam 10AM, 12PM, 2PM dan 4PM. Jadi kalau kamu beli tiket jam 10AM, make sure kamu datang on-time ya karena jika sudah lebih dari 30 menit setelah jam yang tertera kalian tidak diperbolehkan masuk lagi. More info bisa click link di-atas.


Inti dari ke museum ini sih cuman buat seneng-seneng aja liat history dari Fujiko F Fujio dengan karya-karyanya semua (termasuk Doraemon), main di playgroundnya, makan siang di cafenya dan nonton un-published film kartun di bioskopnya dan tentunya foto-foto lucu.


Buat gue yang grew up dengan film kartun Doraemon sangat terhibur dan menikmati banget visit kita ke museum ini. Kita disini dari jam 10 pagi sampai kira-kira jam 2 siang. 

Ditutup dengan dessert strawberry cheesecake



DAY 4 - [TOKYO] - GHIBLI CLOCK + GINZA + TOKYO STATION + AKIHABARA

Khusus hari ini kita menjanjikan si bocah untuk melihat Ghibli clock yang selama beberapa bulan ke belakang selalu dia minta tonton di Youtube setiap malam. Entah kenapa dia sangat terkesima dengan jam besar ini. Jadi sekitar jam 10an kita sudah keluar hotel dan menuju ke lokasi jam Ghibli ini dengan harapan untuk nonton shownya di jam 12 teng.


Selanjutnya kita jalan-jalan ke area Ginza dan Tokyo Station. Disana banyak banget yang bisa diliat, dari toko-tokonya, jajanannya, macem-macem deh hehehe


Karena sudah mulai sore kita coba menghindari bentrok dengan rush hour business-men pulang kantor, kita lanjut menuju Akihabara karena suami pengen liat-liat barang elektronik dan sekalian makan malam di salah satu izakaya disana sebelum kembali ke hotel.

DAY 5 - DISNEYLAND TOKYO

Untuk trip Disney kali ini kita hanya ke Disneyland, pertimbangannya adalah karena kita sudah ke DisneySea di trip sebelumnya dan kita juga ngerasa kalau DisneySea itu permainannya lebih cocok untuk anak-anak di atas umur 5-6 tahun. Sedangkan si bocah ya masih 2.5 tahun ya. 

Jujur trip ke Disneyland ini bikin gue stress dan capek banget karena bocah rewelnya luar biasa. Mungkin karna sudah hari ke-5 dan dia mulai capek ditambah sama udara dingin (+angin) karena lokasi Disney di Tokyo itu di pinggiran pantai. 


Sesampainya di Disney aja udah jam 10-11an. Sudah ramai dan bocah juga pas banget lagi ngantuk2nya pengen nap. Riweh luar biasa.. intinya ya hari itu kurang menyenangkan.. despite foto-foto yang bagus ya hasilnya...



DAY 6 - [TOKYO] SHIBUYA + SHINJUKU

Hari terakhir di Tokyo kita cuman jalan-jalan sekitaran Shibuya dan Shinjuku. Tidak ada plan khusus selain ke Shibuya Crossing dan patung anjing Hachiko di depan train station Shibuya. Setelah itu kita freestyle aja jalan-jalan sambil shopping dan makan.


Makan siang omurice


Ditutup dengan foto ber-3 di Shinjuku hasil minta tolong mas-mas turis orang Itali yang juga lagi foto-foto hehehehe...



Next post kita udah di Osaka ya...


1 comment

Anonymous said...

A burger joint isn't just a place to grab a quick meal; it's a cultural icon. In these humble establishments, the art of crafting a perfect burger reaches its zenith. The sizzle of the grill, the aroma of seasoned meat, and the melody of toppings being placed – it’s a symphony of flavors waiting to be savored. A burger isn't merely about sustenance; it’s about indulgence, a journey into the heart of comfort food. Each bite is a testament to culinary ingenuity, making these joints not just eateries but destinations for burger enthusiasts.

Professional Blog Designs by pipdig